Palangkaraya Jadi Ibukota Negara... Mimpi kale..

sekitar tahun 88 - 89 terminal cililitan di pindahkan ke kampung rambutan , terminal purikembangan di gabung ke terminal cileduk , dan pembuatan/renovasi terminal kalideres . sudah bisa ditebak program pemerintah daerah kota jakarta ini adalah memindahkan terminal - terminal agar berada diperbatasan kota kecuali terminal yang memang berada ditengah kota.
namun program tersebut tidak terlaksana semua karena terminal pulogadung tidak bisa digeser ke arah pinggir kota atau arah bekasi .
di era itu juga ada rencana ibukota terbebas dari daerah industri , kawasan Berikat Nasional (KBN) dan Kawasan Industri Pulogadung agar perlahan bergabung dengan Kawasan Industri Jababeka Cikarang dan MM2000 Cibitung .
ternyata tidak terealisasi sempurna walaupun sudah banyak yang bergabung ke luar jakarta tetapi sampai hari ini masih banyak pabrik berada dikawasan industri dijakarta tersebut .
belum lagi rencana jakarta terbebas dari kawasan peternakan pun tidak terealisasi sempurna karena daerah kapuk sampai sekarang masih banyak kandang ternak.
..... itu adalah gambaran yang saya ketahui waktu saya sekolah di jakarta . dan adalah bukti betapa susah payahnya memindahkan suatu tempat .

DET
AK adalah tabloid satu - satunya di kalimantan tengah , bulan maret ini membahas wacana ibukota pindah ke Palangkaraya (menurut saya sih ini bukan wacana tapi Dongeng) .
walau ada tokoh kalteng menilai ini hanya khayalan belaka tetapi ada yang merasa Ge eR dan serius menanggapi hal ini berikut saya kutip penuturan dari pemimpin dikota Palangkaraya " " Kota PalangkaRaya telah siap bila menjadi pilihan ibukota negara. Hanya saja fokus pemindahan ibukota sebaiknya tidak dalam satu wilayah dengan pusat perdagangan ,industri dan lainnya, Kota palangkaRaya sebagai ibukota negara hanya untuk pusat pemerintahan yang teratur,sistimatis dan terencana dengan baik. merujuk kota Washington DC sebagai ibukota Amerika Serikat , statusnya dipisahkan dengan Los Angeles dan Las vegas sebagai daerah perdagangan dan daerah industri. "Harapan saya, wacana tentang ibukota PalangkaRaya di jadikan Ibukota Negara dapat terealisasi, Kota ini memang memiliki potensi untuk itu" Tapi bukan berarti pengembangan wacana ini tanpa kendala . perlu adanya pengkajian lebih mendalam lagi. Apalagi bila terkait dengan kebutuhan anggaran "

kalau menelaah tulisan saya di atas dan di sederhanakan "apakah
bisa memindahkan rumah besar ke seberang sedangkan untuk memindahkan isi dapur ke tetangga sebelah saja tidak bisa pindah semua"?.

mungkin negeri ini sudah terbius dengan sinetron sehingga siapapun boleh menjual mimpi tak terkecuali para pemimpin .

menurut Anda Palangkaraya jadi Ibukota Negara itu termasuk Wacana apa Khayalan , atau Dongeng . ? . . .

8 Komentar Klik Sini:

faisal mengatakan...

makasih gan telah berkunjung ke site ku

Anonim mengatakan...

salam knal , salsm Blogger ..

Jhono Kasandikromo

anam78 mengatakan...

mampir...!!

Mujie mengatakan...

Halo bang, saya seorang warga Kalteng (Palangka Raya) juga, ikut komen ya.Tulisan yang bagus yang bisa jadi renungan dan pemikiran bersama, jika seandainya memindahkan sebuah ibukota negara memang berat dan sulit. Hanya saja, setiap orang tidak akan dilarang untuk punya rasa optimis dan harapan bukan :).Pertimbangan dari manfaat dan mudharat tetap juga harus dipertimbangkan oleh banyak pihak. Salam dari Palangka Raya.

Anonim mengatakan...

menurut saya pemikiran anda sangat sempit, karena pemindahan ibukota sangat berbeda dgn pemindahan terminal. Pemindahan sangat dimungkinkan karena kebijakan tersebut bukan hanya kebijakan suatu departement atau lembaga, tapi akan jd kebijakan nasional yg akan diikuti oleh semua element yg terkait. pemindahan tersebut bukan untuk memindahkan semua hal yg ada di jakarta tp hanya pusat pemerintahannya saja, karena jakarta sudah tidak mampu lagi melakukan perubahan dari tuntutan konskuensi wilayah ibukota, kalo pun tetep dipertahankan ini malah akan membebani anggaran negara dan seandainya terjadi suatu masalah kritis di jakarta (gempa, huru-hara, banjir, dll) resikonya terlalu besar karena pusat pemerintahan dan pusat bisnis menjadi satu. (think positive please)

Sodikin Nador mengatakan...

@Faizal: Sama2 terimakasih.
@ocie: Suka-suka gw nulis .weee juga
@Jhono: Salam knal , slam bloger juga.
@Anam : ya saya sudah mampir.
@Mujie : Blog pian bagus banar dan bermamfaat.
@Anonim (tanpa nama): Juga buat semuanya. Pemindahan pemerintahan jelas kaitannya dengan urusan tempat bisnis. contoh kecil saja anggota DPR sudah pasti punya proyek di luar tugasnya. lah wong dekat aja pada sering bolos karena banyak ngurusin proyek bagaiaman jauh ??, nggak ngebayang betapa padatnya penerbangan Palangkaraya-Jakarta jika pemerintahan pindah , itu baru satu contoh . belum lagi alasan2 kultur, sosial dan tetek bengek (sakit kali bengek...hehe) .
Menurut saya Pemerintahan bisa pindah hanya di pulau jawa , dan jika anda melintas di jalan Tol Jkt-Cikampek sepanjang 70KM masih banyak sekali lahan kosong apalagi jika tembus sampe purwakarta lebih luas lagi kenapa pusat hanya Jabodetabek kan bisa Jabodetabekwangta.(jakarta,Bogor,depok,bekasi,karawang,purwarkta).

satu hal lagi masalah gempa bumi itumah kuasa Gusti nu Agung atuh.... Jepang aja penuh gempa nyantai ja, kita baru dikasih ujian dari Allah segitu aja udah pada takut.

Terimakasih untuk semua..

Heri S Dehon mengatakan...

pemindahan ibu kota ke palangkara itu adalah wacana oleh Bpk Tjilik Gubernur perman Kalteng dan Pressiden RI yang pertama Ir Sukarno.dan mempunya dasar pemikiran yang matang dari bergai sisi,
tapi sebenarnya dulu bukan sekarang jadi kalau sekarang pindahkan ibu kota itu sudah terlambat banyak hal yang menjadi alasan terlambat kita liat aja keadaan sekarang

Insan Malik mengatakan...

Salam kenal ah..
kebetulan kita rada mirip kang, asal dari pasundan hidup di banua.. gk tau kang sodikin masih disini apa sdh balik lgi ke indramayu yeuh?..

mau komentar nih meskipun sudah telat.. intinya setiap orang tentunya ada kebanggaan meskipun itu baru sebatas wacana.. tapi bagi saya ini hal yg sangat luar biasa karena apa yg di gambarkan presiden kita pertama pak Soekarno dgn bpk Tjilik riwut.. utk masadepan RI ini sekarang sudah terasa akan yg namanya kebutuhan ibu kota negara, klo dipindah ke karawang (contoh) sy juga sebagai putra kelahiran sana akan bangga (meskipun kurang jelas bangga nya kenapa/keuntungannya apa secara pribadi) begitupun saudara kita di palangkaraya pasti punya kebanggaan yg sama.. panginteun kitu kang...