Saya bangga jadi pemudik

mudik asal kata dari menuju udik atau menuju kampung , ( makanya jangan heran kalo orang pernah bilang "Ah dasar udik lu" itu artikan dasar kamu orang kampung ) .
sebelum saya lahirpun budaya mudik ini sudah ada . semakin tahun semakin bertambah jumlahnya , musim mudik ini macet panjang di jalur pantura terulang lagi setelah lima tahun tidak seperti ini . kalo lima tahun lalu jakarta - cirebon (+/-230km) ditempuh dalam 14 jam alasan utamanya karena perbaikan jembatan , penyempitan jalan dan pasar tumpah . tapi sekarang walau jalan nyaris sempurna tetapi tetap saja macet panjang sepanjang - panjangnya , itu membuktikan bahwa pemudik memang Ruar Biasa banyaknya , bahkan catatan dinas terkait di Jabodetabek lebih dari 10 juta jiwa melakukan mudik .
Mudik bagi saya adalah ke-harusan karena mudik mempunyai seni tersendiri , macet , kepanasan, kehujanan dan kecelakan itu adalah romantika . semua ada resiko nya .

Saya bangga menjadi pemudik walau tahun ini saya hanya mengunakan sepeda motor , saya bangga karena pemerintah semakin peduli , saya bangga semua stasiun TV menyiarkan , semua operator seluler menyediakan posko dan lain lain .
Tetapi budaya nasional ini masih saja ada mencemoohkan , secara tidak sengaja waktu makan diwarung, saya menonton TV , entah sinetron apa namanya kalo tidak salah Sinetron Cinta Fitri , saya tidak paham sinetron karena saya paling tidak suka sinetron karena sinetron lebih banyak hanya menjual mimpi dan cenderung tidak mendidik . penasaran saya makan sambil menonton karena disitu ada peran seorang pembantu yang melakukan pulang kampung lalu baliknya membawa sayur mayur dikalungkan dileher serta membawa kerbau sebagai temannya dan sudah pasti jadi bahan tertawaan .

saya belum mengerti maksud cerita di sinetron ini !! apakah mudik itu budaya seorang pembantu dan digambarkan dalam suatu kebodohan . ??

1 Komentar Klik Sini:

Heart'Q mengatakan...

gak punya banyak waktu nih buat baca seluruh pstngnya..
kalo gitu saya cuma mo bilang
"Saya juga bangga jadi pemudik"
Heuheu