Setahun yang lalu waktu di kalimantan selatan dan tengah saya pernah bekerja sampai kota kecil bernama Puruk Cahu yaitu ibukota Kabupaten Murung Raya letaknya ke-utara jika kita dari banjarmasin .
saya berangkat pagi - pagi sekali dengan harapan bisa ditempuh dalam satu hari , tetapi karena daerah nya memang jauh akhirnya terpaksa menginap di muara teweh . paginya petugas losmen menyarankan lebih baik perjalanan diteruskan via sungai saja karena jalan darat rusak berat (menggunakan long boat selama 5 jam).
sesampainya di Puruk cahu dan selama bekerja di sana saya mendengarkan obrolan orang - orang setempat menggunakan bahasa Banjar , padahal dalam perjalanan yang jauh dan sangat melelahkan ini, di benak saya disini akan bertemu dengan orang - orang yang berbahasa Dayak. ternyata salah dugaan saya , bahkan saking penasarannya saya langsung bertannya 'kok bahasanya Banjar pa' ?. iya disini banyak orang Hulu Sungai jadi sebagian besar bahasanya banjar . terus yang menggunakan bahasa Dayak dimana pa ? lanjut saya . oh di atas mas !! ada Dayak Siang dan ada juga sebelum muara teweh
ada juga Dayak Tamiyang namanya, itupun ga banyak yang pakai .
ada juga Dayak Tamiyang namanya, itupun ga banyak yang pakai . makin heran saya . ternyata sepanjang banjarmasin - Puruk Cahu dengan melewati banyak kota kabupaten, semuanya menggunakan bahasa banjar hanya berbeda dialek saja. bukan cuma disini bahkan di Tumbang Samba salahsatu kecamatan di kalteng kira-kira 200km dari palangkaraya yang jalan nya hancur beliur . disana penduduknya kebanyakan berbahasa banjar .
mengapa saya sedemikian herannya . karena .... setahu saya di Sulawesi dan Sumatra saja tidak ada bahasa yang di pakai sampai sejauh seperti ini . (pembaca pernah ke makasar dan Pekanbaru g y? ) he he sorry eui ...
sebenernya inti dari artikel ini hanya membahas salahsatu kalimat .
Pelajaran Bahasa Banjar saya sudah pasti banyak tidak tahu karena saya memang berasal dari pasundan . tapi yang jelas sampai hari ini orang banjar tidak memiliki kosakata yang mengartikan " Lupa " yang mereka punya hanya " Kada Ingat " padahal kada ingat itu sendiri artinya " tidak ingat " . Kada ingat mempunyai dua suku kata yaitu 'Kada' dan 'Ingat' jadi ini bukan kata majemuk juga karena berbentuk kalimat atau mengandung unsur MD/DM .(diterangkan menerangkan)
coba kita tengok orang lain berbicara 'lupa'.
SBY aja bilang Lali , Tukul Bilang Klalen , Kabayan juga bilang Leupat, nyi itueng Poho , kalau kata Si Doel Lupe, Ucok bilang Daingot bahkan Obama ga bilang Don't Remember tapi dia bilang forget
iya kan !! banar apa bujur hayooo.
SBY aja bilang Lali , Tukul Bilang Klalen , Kabayan juga bilang Leupat, nyi itueng Poho , kalau kata Si Doel Lupe, Ucok bilang Daingot bahkan Obama ga bilang Don't Remember tapi dia bilang forget
iya kan !! banar apa bujur hayooo.
Jangan Kada Ingat lah lawan coment nya ..


2 Komentar Klik Sini:
wah²...kayaknya bahasa banjar belum bagus dah main post² aja..LUPA kalo bahasa banjarnya KELUMPANAN
KELUMPANAN mungkin ada di kamus bahasa Banjar nya, ( kalo emang iya saya baru tahu sekarang ). Kelumpanan tidak umum di ucapkan terbukti lebih dai empat tahun saya tinggal di kalselteng tidak pernah mendengar kata tersebut.
sebelum saya menulis artikel blog ini saya sudah bertanya pada teman-teman di banjarmasin tetapi tidak ada yg tahu kata lain selain dari "Kada ingat"
tapi okelah mungkin bener KELUMPANAN artinya lupa .
satu hal lagi artikel ini bukan hanya mengkritisi tentang kalsel tetapi berisi acungan jempol karena bahasa banjar di pakai oleh masyarakat sampai kepedalaman .
tks
Poskan Komentar